Selasa, 19 November 2013

GERAKAN SEMESTA KAMMI UNTUK INDONESIA


Gagasan dari Mukernas 2013 KAMMI

GERAKAN SEMESTA KAMMI UNTUK INDONESIA

Oleh: Arif Susanto[1]

M
ukernas 2013 KAMMI yang dilakukan di Bandung pada 6-10 November 2013 kemarin melahirkan sebuah gagasan yang mampu menjawab hampir seluruh keresahan dan kegamangan kader KAMMI selama ini. Di usianya yang telah lima belas tahun, KAMMI telah memiliki puluhan ribu kader dari ratusan kampus di seluruh Indonesia. Potensi dan kekuatan ini ternyata belum diimbangi performance gerakan KAMMI selayaknya gerakan dengan kekuatan Besar. Maka dibutuhkan gelombang kesadaran dan gerakan kolektif baru agar KAMMI mampu menunjukkan kelasnya dan bergerak menuntaskan berbagai persoalan di Indonesia dan seluruh daerah.

Dari Gerakan Perlawanan Menjadi Gerakan Kontribusi

Sejarah kelahiran KAMMI adalah sejarah Perlawanan. KAMMI lahir dari perlawanan terhadap Orde Baru sehingga membuat Soeharto lengeser dari perabon. Selanjutnya KAMMI juga menjadi gerakan mahasiswa yang turut andil menggulingkan Presiden Abdurahman Wahid. Di berbagai Kampus, KAMMI juga melakukan berbagai advokasi dan perlawanan terhadap kebijakan negara dan kebijakan kampus. Cita rasa perlawanan sangat kental dalam gerakan KAMMI.
Seiring dengan perubahan zaman, pembaharuan metode perlawanan mesti dilakukan oleh KAMMI. Dalam iklim demokrasi dan keterbukaan informasi seperti sekarang ini, setiap elemen masyarakat bahkan indovidu bisa secara langsung membela diri mereka terhadap kedzaliman negara. Kondisi ini membuat Gerakan Mahasiswa seolah tidak lagi diperlukan masyarakat. Di sisi lain, penguasa dengan segala kepentingannya, secara massif juga membuat propaganda untuk mengelabui rakyat. Perampasan hak rakyat dan negara dilakukan melalui berbagai sistem dan peraturan yang membuat rakyat dan bangsa tersandera. Kompleksitas masalah ini pula yang membuat rakyat bingung dan nyaris frustasi. Kebingungan yang membuat rakyat malah menikmati dongeng dan hiburan yang disuguhkan televisi agar melupakan masalah yang ada.
Semua masalah ini tidak lagi mampu diselesaikan melalui satu atau dua isu gerakan. Seperti jejaring laba-laba, semua masalah terkait dan terhubung hingga membuat Gerakan Mahasiswa kebingungan mengurai Masalah. Pilihan terbaik adalah dengan segera masuk pada semua sendi sumber masalah sehingga peta masalah bisa terbaca dan jalan keluar bisa segera ditemukan. Untuk memasuki seluruh sendi masalah bukanlah pekerjaan yang mudah. Negara ini memiliki lembaga legislatif, yudikatif, dan eskskutif yang memiliki 34 kementrian. Belum lagi perangkat negara yang lainnya. Semua instrumen tersebut memiliki dan menjadi sumber masalah. Tidak ada pilihan lain selain membuat gerakan Semesta KAMMI agar KAMMI bisa masuk dalam sendi-sendi masalah yang ada.
Gerakan Semesta KAMMI adalah gerakan yang menggerakkan seluruh kader dan struktur yang ada. Kader KAMMI yang jumlahnya tidak kurang dari 30.000 berasal dari berbagi disiplin ilmu merupakan potensi untuk masuk pada seluruh sendi kebijakan negara.

Gerakan Semesta KAMMI berbasis Kompetensi

Potensi besar yang dimiliki KAMMI berupa kader dengan segala kompetensi keilmuan atau minatnya, belum menjelma menjadi gelombang gerakan. Gerakan KAMMI masih menjadi riak kecil ditengah samudra masalah masyarakat dan bangsa. Cara berfikir Pengurus KAMMI masih berkisar pada potensi dan kemampuan gerakan yang dimiliki para pengurus, bukan potensi yang dimiliki para kader. Inilah yang mesti dibenahi.
Hal pertama yang mesti dilakukan adalah merubah cara pandang kader KAMMI terhadap kompetensi yang dimilikinya. Dalam konteks ini, bahasa yang tepat adalah Kompetensi Berbasis Gerakan. Kompetensi yang dimiliki para kader harus dikembangkan melalui cara pandang dan basis Gerakan. Maksudnya, kompetensi dan minat kader-kader KAMMI harus terorientasi pada misi gerakan. Selayaknya peran Intelektual, Kompetensi yang dimiliki kader ditujukan untuk melakukan pembelaan pada hak rakyat dan bangsa, pada kontribusi membangun rakyat dan bangsa. Ilmu yang diperoleh disandarkan pada realitas empirik yang dialami masyarakat disertai keberpihakan pada kaum tertindas.
Dalam pengelolaannya, KAMMI akan berbicara pada pembentukan Lokus Kompetensi atau Lokus Kepakaran. Dalam Lokus-lokus ini, KAMMI menghimpun dan menghubungkan kader-kader dalam frame kompetensi/kepakaran/ keilmuan/minat yang sama dalam sebuah lokus. Akan ada puluhan lokus yang mungkin kita bentuk sesuai bidang kepakaran yang kita miliki.
Setelah kader-kader terhubung dalam bingkai lokus kepakaran, maka kita perlu menghubungkan dengan alumni yang memiliki interest yang sama, serta menghubungkan dengan tokoh/praktisi yang mampu mengokohkan lokus kepakaran ini. Dengan komposisi kader dengan alumni dan tokoh/praktisi, Lokus kepakaran ini kita arahkan untuk menghasilkan 3 (tiga) hal:
1. Inovasi
Inovasi adalah produk pengetahuan yang bermanfaat untuk kepentingan masyarakat dan bangsa. Ini adalah modal KAMMI dalam kontribusi kemasyarakat berupa pengabdian atau pemberdayaan masyarakat. Produk Inovasi ini akan melahirkan berbagai terobosan baru dalam menyelesaikan berbagai persoalan riil masyarakat di berbagai sektor. Ini juga selaras ketika kita melihat banyak karya intelektual mahasiswa di kampus yang hanya menjadi tumpukan arsip.
2. Advokasi
Advokasi adalah upaya pembelaan kita terhadap rakyat dan bangsa atas kebijakan negara yang tidak selaras pada amanat konstitusi dan hak rakyat. Gerakan Advokasi Kebijakan Publik ini tentu akan lebih kokoh manakala disampaikan oleh kader yang memiliki basis keilmuan/kompetensi yang sesuai, yang disertai kajian dan data yang mendukung. Melalui Lokus Kompetensi/Kepakaran, konsolidasi keresahan dan kajian pada tema masalah yang relevan bisa terkonsolidasi sehingga menghasilkan gerakan advokasi dari para kader yang kompeten pada bidangnya. Lokus Kepakaran Pendidikan tentu akan lebih mampu mengadvokasi tema pendidikan, demikian pula Lokus Kepakakan Hukum lebih mampu mengadvokasi masalah hukum. Selanjutnya paran pengurus adalah memfasilitasi dan mensupport agar lokus-lokus ini mampu secara produktif dan efektif menjalankan fungsi dan karyanya.
3. Tawaran Kebijakan/policy brief
Dalam menyusun kebijakan, kerap kali pengelola negara membutuhkan masukan dan saran dari masyarakat. Pun demikian saat kita melakukan suatu advokasi kebijakan, pertanyaan yang sering terlontar adalah tawaran kebijakan apa yang dapat KAMMI sajikan. Ini adalah tantangan sekaligus peluang. Menyusun sebuah Tawaran Kebijakan membutuhkan kemampuan konsep dan administrasi yang tidak sederhana. Menerjemahkan bahasa tutur yang dominan dalam komunikasi gerakan kita menjadi bahasa tulisan juga pekerjaan yang tidak mudah. Namun ketika kita mampu memberikan kontribusi berupa tawaran kebijakan yang positif dan bisa direalisasikan negara, ini adalah bagian dari kontribusi kita menyelamatkan bangsa dan masyarakat.

Ketiga hal diatas membutuhkan kolaborasi kapasitas kompetensi dengan kapabilitas gerakan. Meskipun saat ini kita belum memiliki cukup kapasitas kompetensi dan kapabilitas gerakan, adalah keniscayaan untuk KAMMI melakukan Pembelajaran yang cepat, efektif dan massif agar tuntutan zaman ini bisa segera terjawab.
Di tengah masyarakat yang semakin pragmatis dan tergerus demokrasi elektoral yang kebablasan, kita semakin sulit menemukan tokoh bangsa yang sungguh-sungguh dan secara tulus menjadi negarawan. Hampir semua tokoh nasional dan daerah kini sibuk dengan kampanye dan urusan pemilu. Tak ada lagi ruang untuk memikirikan negara dengan serius dan tulus. Maka inilah saatnya Gerakan Mahasiswa untuk kembali pada peran utamanya untuk menghentak kesadaran masyarakat untuk bersama merawat dan memajukan Indonesia.

Dari Semesta KAMMI menuju People Movement

Gerakan Semesta KAMMI yang didefinisikan gerakan massif dari seluruh kader dan struktur KAMMI untuk melakukan Perlawanan dan Kontribusi Kebangsaan dan Kemasyarakatan. Bila ini berjalan efektif, maka ini akan membuat konstelasi baru dalam Gerakan Perubahan Indonesia. Namun tak hanya berhenti di sini, untuk membenahi Indonesia membutuhkan kerjasama Gotong Royong dari seluruh rakyat Indonesia dimanapun berada. Maka tugas KAMMI adalah membuat gerakan menghentak yang kemudian melahirkan gelombang gerakan dari berbagai elemen masyarakat lainnya.
Pendekatan kompetensi yang kita pilih akan memudahkan KAMMI untuk mengajak elemen masyarakat lain untuk sama-sama berjuang. Inklusifisme gerakan menjadi prasyarat. Pilihan Tema, tagline Gerakan, argumentasi, dan komunikasi gerakan harus inklusif. Kita mesti membuka pandangan bahwa semua elemen gerakan dan elemen masyarakat memiliki hal positif yang baik untuk kemajuan bangsa dan masyarakat. Kerjasama dengan siapapun terbuka dan mesti dilakukan. Kita memiliki hal baik dan kekurangan, demikian pula pihak lain. Maka tugas kita adalah mengkolaborasikan kebaikan-kebaikan yang ada sehingga lahir gerakan bersama menyelamatkan Bangsa Indonesia.
Dengan gerakan bersama, bergotong royong, kita bisa menyelesaikan masalah-masalah kebangsaan dengan lebih cepat. Gerak bersama seluruh rakyat untuk mengawal negara sekaligus berkontribusi merawat dan memajukan bangsa adalah definisi People Movement  yang kita maksudkan. Setiap anggota warga negara terpanggil untuk melakukan sesuatu dengan kompetensi atau hal yang dimilikinya untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Bila kesadaran ini terbentuk secara massif, maka kita seluruh rakyat Indonesia akan menjadi pengontrol kekuasaan sekaligus berkontribusi positif untuk merawat dan membangun Indonesia. Dan KAMMI dibutuhkan untuk menjadi pelopor Gerakan ini sehingga bisa memantik kesadaran masyarakat luas dan menjadi gelombang gerakan mengontrol penguasa sekaligus merawat dan membangun Bangsa dan masyarakat Indonesia.

Gerakan “Untuk Indonesia”

Di balik seluruh niat dan rencana Gerakan Semesta dan People Movement yang kita harapkan, kita harus mengorientasikan gerakan ini pada kesadaran dan niat tulus Untuk Indonesia. Ini menjadi kata kunci agar kita mampu menjaga niat dan kehendak kita dalam semua gerakan bahwa kita bergerak Untuk Indonesia, bukan untuk motif lain seperti kekuasaan, kepentingan golongan dan lain sebagainya.
Gerakan “Untuk Indonesia” adalah gerakan penyadaran seluruh anak bangsa. Di samping misi keagamaan, kita ada dan hidup saat ini karena Indonesia, maka sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk bersama merawat dan membangun Indonesia. Gerakan penyadaran ini dimulai dengan mendedikasikan seluruh tindakan Untuk Indonesia. Mulai dari tindakan sederhana dalam aktivitas sosial media, juga aktivitas lainnya.
Gerakan Untuk Indonesia adalah gerakan gelombang kesadaran yang mampu membangkitkan semangat Nasionalisme Pemuda yang tidak hanya berhenti pada jargon, tapi lebih dalam pada kesadaran, orientasi dan dedikasi atas segala tindakan yang tertuju Untuk Indonesia.

Visi Peradaban Indonesia bernama Patform National Interest

Tema mencetak Pemimpin banyak diperbincangakan di KAMMI dalam 15 Tahun terakhir ini. Namun Ihwal Peradaban seperti apa yang dibangun oleh KAMMI dalam perjuangannya dan ketika kader-kader KAMMI telah menjadi pemimpin Bangsa, Pemimpin Masyarakat, Pemimpin Keluarga, bahkan Pemimpin atas diri sendiri, ini yang belum banyak didiskusikan. Belum ada rumusan Platform Peradaban yang KAMMI tawarkan kepada Bangsa dan Masyarakat Indonesia sebagai rahim dan tempat KAMMI berpijak.
Namun bila kita melihat bangsa ini, ternyata Bangsa Indonesia juga belum memiliki rumusan Platform Peradaban yang akan dibangun. Kekosongan platform peradaban Indonesia ini yang menyebabkan kebijakan yang diambil penguasa sering kering visi kebangsaannya, bangsa kita kekeringan pemimpin yang negarawan. Hal ini juga berpengaruh pada cara berfikir masyarakat yang tidak mempedulikan nasib bangsanya karena tidak pernah mengetahui dan memiliki gambaran rumah peradaban Indonesia akan seperti apa sehingga mereka bisa membangun atau menjaga rumah Indonesia dari hal apa yang mereka memiliki kesanggupan. Ini juga yang membuat KAMMI gagal mendefinisikan peran dan andil KAMMI dalam merawat dan membangun Indonesia.
Karena ternyata Bangsa ini juga belum memiliki rumusan Peradaban, maka tugas mendesak bagi KAMMI adalah segera merumuskan sebuat Platorm Peradaban Indonesia yang KAMMI sajikan dan wakafkan Untuk Indonesia. Platform Kepentingan Bangsa atau Platform National Interest ini adalah persembahan KAMMI dan Segenap Rakyat Indonesia kepada Bangsa dan Rakyat Indonesia. Dengan Platform National Interest ini, KAMMI bisa menentukan ranah kontribusi KAMMI dalam 2 hal: melakukan kontribusi dan karya kekinian sehingga secara gradual visi dalam Platform National Interest perlahan terwujud, yang kedua adalah KAMMI bisa merumuskan dan menyiapkan profile kader yang dibutuhkan di masa depan dan menyiapkannnya sejak saat ini. Sehingga dalam 15-20 tahun kedepan, misalnya, KAMMI telah memiliki stok kader yang memadai secara jumlah dan kapasitas untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan Peradaban saat itu.

Epilog

Kakuatan terbesar sebuah bangsa terletak pada pundak Pemudanya. Bonus Demografi Indonesia pada tahun-tahun mendatang mestinya dioptimalkan sebagai sarana membangun kekuatan bangsa hingga mampu seutuhnya menjadi bangsa yang bedaulat dengan terwujudnya kesejahteraan umum. Persiapan perlu dilakukan dengan menyiapkan generasi muda dan belia saat ini agar benar-benar menjadi soko guru kemajuan bangsa. Semua bermula dari niat dan dedikasi atas semua tindakan kita. Niat dan dedikasi inilah yang akan menentukan cita rasa kerja dan karya setiap kita generasi muda. Pembenahan kita lakukan dari membangun kesadaran niat dan dedikasi Untuk Indonesia.
Dedikasi Untuk Indonesia menjadi salah satu landasan pacu untuk KAMMI beranjak pada gerakan Kontribusi massif KAMMI dalam bentuk Gerakan Semesta KAMMI Untuk Indonesia. Dengan panduan Platform National Interest, Gerakan Semesta KAMMI ini sangat realistis bila kita menghitung jumlah potensi, realitas masalah, dan banyak hal yang belum dioptimalkan oleh KAMMI. Harapannya dengan format Gerakan Semesta KAMMI Untuk Idonesia ini, kita bisa membangun kesadaran kolektif lebih banyak elemen masyarakat untuk selanjutnya melahirkan gelombang besar energi anak bangsa untuk secara tulus merawat dan memajukan Indonesia, sekaligus melawan dan melibas siapapun yang mengeruk keuntungan pribadi di tanah Air yang kita cintai ini. faiza azamta fatawakkal 'alallah. Wallahu’alam bishawab.






[1] Ketua PP KAMMI Bidang Kebijakan Publik Periode 2013-2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar