Gagasan dari Mukernas 2013 KAMMI
GERAKAN SEMESTA KAMMI UNTUK INDONESIA
Oleh: Arif Susanto[1]
M
|
ukernas 2013 KAMMI yang dilakukan di Bandung pada 6-10
November 2013 kemarin melahirkan sebuah gagasan yang mampu menjawab hampir
seluruh keresahan dan kegamangan kader KAMMI selama ini. Di usianya yang telah
lima belas tahun, KAMMI telah memiliki puluhan ribu kader dari ratusan kampus
di seluruh Indonesia. Potensi dan kekuatan ini ternyata belum diimbangi
performance gerakan KAMMI selayaknya gerakan dengan kekuatan Besar. Maka
dibutuhkan gelombang kesadaran dan gerakan kolektif baru agar KAMMI mampu
menunjukkan kelasnya dan bergerak menuntaskan berbagai persoalan di Indonesia
dan seluruh daerah.
Dari Gerakan Perlawanan Menjadi Gerakan Kontribusi
Sejarah kelahiran KAMMI
adalah sejarah Perlawanan. KAMMI lahir dari perlawanan terhadap Orde Baru
sehingga membuat Soeharto lengeser dari perabon. Selanjutnya KAMMI juga menjadi
gerakan mahasiswa yang turut andil menggulingkan Presiden Abdurahman Wahid. Di
berbagai Kampus, KAMMI juga melakukan berbagai advokasi dan perlawanan terhadap
kebijakan negara dan kebijakan kampus. Cita rasa perlawanan sangat kental dalam
gerakan KAMMI.
Seiring dengan perubahan
zaman, pembaharuan metode perlawanan mesti dilakukan oleh KAMMI. Dalam iklim
demokrasi dan keterbukaan informasi seperti sekarang ini, setiap elemen
masyarakat bahkan indovidu bisa secara langsung membela diri mereka terhadap
kedzaliman negara. Kondisi ini membuat Gerakan Mahasiswa seolah tidak lagi
diperlukan masyarakat. Di sisi lain, penguasa dengan segala kepentingannya, secara
massif juga membuat propaganda untuk mengelabui rakyat. Perampasan hak rakyat
dan negara dilakukan melalui berbagai sistem dan peraturan yang membuat rakyat
dan bangsa tersandera. Kompleksitas masalah ini pula yang membuat rakyat
bingung dan nyaris frustasi. Kebingungan yang membuat rakyat malah menikmati
dongeng dan hiburan yang disuguhkan televisi agar melupakan masalah yang ada.
Semua masalah ini tidak
lagi mampu diselesaikan melalui satu atau dua isu gerakan. Seperti jejaring
laba-laba, semua masalah terkait dan terhubung hingga membuat Gerakan Mahasiswa
kebingungan mengurai Masalah. Pilihan terbaik adalah dengan segera masuk pada
semua sendi sumber masalah sehingga peta masalah bisa terbaca dan jalan keluar
bisa segera ditemukan. Untuk memasuki seluruh sendi masalah bukanlah pekerjaan
yang mudah. Negara ini memiliki lembaga legislatif, yudikatif, dan eskskutif
yang memiliki 34 kementrian. Belum lagi perangkat negara yang lainnya. Semua
instrumen tersebut memiliki dan menjadi sumber masalah. Tidak ada pilihan lain
selain membuat gerakan Semesta KAMMI agar KAMMI bisa masuk dalam sendi-sendi
masalah yang ada.
Gerakan Semesta KAMMI
adalah gerakan yang menggerakkan seluruh kader dan struktur yang ada. Kader
KAMMI yang jumlahnya tidak kurang dari 30.000 berasal dari berbagi disiplin
ilmu merupakan potensi untuk masuk pada seluruh sendi kebijakan negara.
Gerakan Semesta KAMMI
berbasis Kompetensi
Potensi besar yang dimiliki
KAMMI berupa kader dengan segala kompetensi keilmuan atau minatnya, belum menjelma
menjadi gelombang gerakan. Gerakan KAMMI masih menjadi riak kecil ditengah
samudra masalah masyarakat dan bangsa. Cara berfikir Pengurus KAMMI masih
berkisar pada potensi dan kemampuan gerakan yang dimiliki para pengurus, bukan
potensi yang dimiliki para kader. Inilah yang mesti dibenahi.
Hal pertama yang mesti
dilakukan adalah merubah cara pandang kader KAMMI terhadap kompetensi yang
dimilikinya. Dalam konteks ini, bahasa yang tepat adalah Kompetensi Berbasis
Gerakan. Kompetensi yang dimiliki para kader harus dikembangkan melalui cara
pandang dan basis Gerakan. Maksudnya, kompetensi dan minat kader-kader KAMMI
harus terorientasi pada misi gerakan. Selayaknya peran Intelektual, Kompetensi
yang dimiliki kader ditujukan untuk melakukan pembelaan pada hak rakyat dan
bangsa, pada kontribusi membangun rakyat dan bangsa. Ilmu yang diperoleh
disandarkan pada realitas empirik yang dialami masyarakat disertai keberpihakan
pada kaum tertindas.
Dalam pengelolaannya, KAMMI
akan berbicara pada pembentukan Lokus Kompetensi atau Lokus Kepakaran. Dalam
Lokus-lokus ini, KAMMI menghimpun dan menghubungkan kader-kader dalam frame
kompetensi/kepakaran/ keilmuan/minat yang sama dalam sebuah lokus. Akan ada
puluhan lokus yang mungkin kita bentuk sesuai bidang kepakaran yang kita
miliki.
Setelah kader-kader
terhubung dalam bingkai lokus kepakaran, maka kita perlu menghubungkan dengan
alumni yang memiliki interest yang sama, serta menghubungkan dengan
tokoh/praktisi yang mampu mengokohkan lokus kepakaran ini. Dengan komposisi kader
dengan alumni dan tokoh/praktisi, Lokus kepakaran ini kita arahkan untuk
menghasilkan 3 (tiga) hal:
1. Inovasi
Inovasi adalah produk
pengetahuan yang bermanfaat untuk kepentingan masyarakat dan bangsa. Ini adalah
modal KAMMI dalam kontribusi kemasyarakat berupa pengabdian atau pemberdayaan
masyarakat. Produk Inovasi ini akan melahirkan berbagai terobosan baru dalam
menyelesaikan berbagai persoalan riil masyarakat di berbagai sektor. Ini juga
selaras ketika kita melihat banyak karya intelektual mahasiswa di kampus yang
hanya menjadi tumpukan arsip.
2. Advokasi
Advokasi adalah upaya
pembelaan kita terhadap rakyat dan bangsa atas kebijakan negara yang tidak
selaras pada amanat konstitusi dan hak rakyat. Gerakan Advokasi Kebijakan
Publik ini tentu akan lebih kokoh manakala disampaikan oleh kader yang memiliki
basis keilmuan/kompetensi yang sesuai, yang disertai kajian dan data yang
mendukung. Melalui Lokus Kompetensi/Kepakaran, konsolidasi keresahan dan kajian
pada tema masalah yang relevan bisa terkonsolidasi sehingga menghasilkan
gerakan advokasi dari para kader yang kompeten pada bidangnya. Lokus Kepakaran
Pendidikan tentu akan lebih mampu mengadvokasi tema pendidikan, demikian pula
Lokus Kepakakan Hukum lebih mampu mengadvokasi masalah hukum. Selanjutnya paran
pengurus adalah memfasilitasi dan mensupport agar lokus-lokus ini mampu secara
produktif dan efektif menjalankan fungsi dan karyanya.
3. Tawaran Kebijakan/policy
brief
Dalam menyusun kebijakan,
kerap kali pengelola negara membutuhkan masukan dan saran dari masyarakat. Pun
demikian saat kita melakukan suatu advokasi kebijakan, pertanyaan yang sering
terlontar adalah tawaran kebijakan apa yang dapat KAMMI sajikan. Ini adalah
tantangan sekaligus peluang. Menyusun sebuah Tawaran Kebijakan membutuhkan kemampuan
konsep dan administrasi yang tidak sederhana. Menerjemahkan bahasa tutur yang
dominan dalam komunikasi gerakan kita menjadi bahasa tulisan juga pekerjaan
yang tidak mudah. Namun ketika kita mampu memberikan kontribusi berupa tawaran
kebijakan yang positif dan bisa direalisasikan negara, ini adalah bagian dari
kontribusi kita menyelamatkan bangsa dan masyarakat.
Ketiga hal diatas
membutuhkan kolaborasi kapasitas kompetensi dengan kapabilitas gerakan.
Meskipun saat ini kita belum memiliki cukup kapasitas kompetensi dan
kapabilitas gerakan, adalah keniscayaan untuk KAMMI melakukan Pembelajaran yang
cepat, efektif dan massif agar tuntutan zaman ini bisa segera terjawab.
Di tengah masyarakat yang
semakin pragmatis dan tergerus demokrasi elektoral yang kebablasan, kita
semakin sulit menemukan tokoh bangsa yang sungguh-sungguh dan secara tulus
menjadi negarawan. Hampir semua tokoh nasional dan daerah kini sibuk dengan
kampanye dan urusan pemilu. Tak ada lagi ruang untuk memikirikan negara dengan
serius dan tulus. Maka inilah saatnya Gerakan Mahasiswa untuk kembali pada
peran utamanya untuk menghentak kesadaran masyarakat untuk bersama merawat dan
memajukan Indonesia.
Dari Semesta KAMMI menuju People Movement
Gerakan Semesta KAMMI yang
didefinisikan gerakan massif dari seluruh kader dan struktur KAMMI untuk
melakukan Perlawanan dan Kontribusi Kebangsaan dan Kemasyarakatan. Bila ini
berjalan efektif, maka ini akan membuat konstelasi baru dalam Gerakan Perubahan
Indonesia. Namun tak hanya berhenti di sini, untuk membenahi Indonesia
membutuhkan kerjasama Gotong Royong dari seluruh rakyat Indonesia dimanapun
berada. Maka tugas KAMMI adalah membuat gerakan menghentak yang kemudian
melahirkan gelombang gerakan dari berbagai elemen masyarakat lainnya.
Pendekatan kompetensi yang
kita pilih akan memudahkan KAMMI untuk mengajak elemen masyarakat lain untuk
sama-sama berjuang. Inklusifisme gerakan menjadi prasyarat. Pilihan Tema, tagline
Gerakan, argumentasi, dan komunikasi gerakan harus inklusif. Kita mesti
membuka pandangan bahwa semua elemen gerakan dan elemen masyarakat memiliki hal
positif yang baik untuk kemajuan bangsa dan masyarakat. Kerjasama dengan
siapapun terbuka dan mesti dilakukan. Kita memiliki hal baik dan kekurangan,
demikian pula pihak lain. Maka tugas kita adalah mengkolaborasikan
kebaikan-kebaikan yang ada sehingga lahir gerakan bersama menyelamatkan Bangsa
Indonesia.
Dengan gerakan bersama,
bergotong royong, kita bisa menyelesaikan masalah-masalah kebangsaan dengan
lebih cepat. Gerak bersama seluruh rakyat untuk mengawal negara sekaligus
berkontribusi merawat dan memajukan bangsa adalah definisi People Movement yang
kita maksudkan. Setiap anggota warga negara terpanggil untuk melakukan sesuatu
dengan kompetensi atau hal yang dimilikinya untuk menyelesaikan masalah yang
dihadapi. Bila kesadaran ini terbentuk secara massif, maka kita seluruh rakyat
Indonesia akan menjadi pengontrol kekuasaan sekaligus berkontribusi positif
untuk merawat dan membangun Indonesia. Dan KAMMI dibutuhkan untuk menjadi
pelopor Gerakan ini sehingga bisa memantik kesadaran masyarakat luas dan
menjadi gelombang gerakan mengontrol penguasa sekaligus merawat dan membangun
Bangsa dan masyarakat Indonesia.
Gerakan “Untuk Indonesia”
Di balik seluruh niat dan
rencana Gerakan Semesta dan People Movement yang kita harapkan, kita
harus mengorientasikan gerakan ini pada kesadaran dan niat tulus Untuk
Indonesia. Ini menjadi kata kunci agar kita mampu menjaga niat dan kehendak
kita dalam semua gerakan bahwa kita bergerak Untuk Indonesia, bukan untuk motif
lain seperti kekuasaan, kepentingan golongan dan lain sebagainya.
Gerakan “Untuk Indonesia”
adalah gerakan penyadaran seluruh anak bangsa. Di samping misi keagamaan, kita
ada dan hidup saat ini karena Indonesia, maka sudah menjadi kewajiban bagi kita
untuk bersama merawat dan membangun Indonesia. Gerakan penyadaran ini dimulai
dengan mendedikasikan seluruh tindakan Untuk Indonesia. Mulai dari tindakan
sederhana dalam aktivitas sosial media, juga aktivitas lainnya.
Gerakan Untuk Indonesia
adalah gerakan gelombang kesadaran yang mampu membangkitkan semangat
Nasionalisme Pemuda yang tidak hanya berhenti pada jargon, tapi lebih dalam
pada kesadaran, orientasi dan dedikasi atas segala tindakan yang tertuju Untuk
Indonesia.
Visi Peradaban Indonesia
bernama Patform National Interest
Tema mencetak Pemimpin
banyak diperbincangakan di KAMMI dalam 15 Tahun terakhir ini. Namun Ihwal
Peradaban seperti apa yang dibangun oleh KAMMI dalam perjuangannya dan ketika
kader-kader KAMMI telah menjadi pemimpin Bangsa, Pemimpin Masyarakat, Pemimpin
Keluarga, bahkan Pemimpin atas diri sendiri, ini yang belum banyak
didiskusikan. Belum ada rumusan Platform Peradaban yang KAMMI tawarkan kepada
Bangsa dan Masyarakat Indonesia sebagai rahim dan tempat KAMMI berpijak.
Namun bila kita melihat
bangsa ini, ternyata Bangsa Indonesia juga belum memiliki rumusan Platform
Peradaban yang akan dibangun. Kekosongan platform peradaban Indonesia ini yang
menyebabkan kebijakan yang diambil penguasa sering kering visi kebangsaannya,
bangsa kita kekeringan pemimpin yang negarawan. Hal ini juga berpengaruh pada
cara berfikir masyarakat yang tidak mempedulikan nasib bangsanya karena tidak
pernah mengetahui dan memiliki gambaran rumah peradaban Indonesia akan seperti
apa sehingga mereka bisa membangun atau menjaga rumah Indonesia dari hal apa
yang mereka memiliki kesanggupan. Ini juga yang membuat KAMMI gagal
mendefinisikan peran dan andil KAMMI dalam merawat dan membangun Indonesia.
Karena ternyata Bangsa ini
juga belum memiliki rumusan Peradaban, maka tugas mendesak bagi KAMMI adalah
segera merumuskan sebuat Platorm Peradaban Indonesia yang KAMMI sajikan dan
wakafkan Untuk Indonesia. Platform Kepentingan Bangsa atau Platform National
Interest ini adalah persembahan KAMMI dan Segenap Rakyat Indonesia kepada
Bangsa dan Rakyat Indonesia. Dengan Platform National Interest ini,
KAMMI bisa menentukan ranah kontribusi KAMMI dalam 2 hal: melakukan kontribusi
dan karya kekinian sehingga secara gradual visi dalam Platform National
Interest perlahan terwujud, yang kedua adalah KAMMI bisa merumuskan dan
menyiapkan profile kader yang dibutuhkan di masa depan dan menyiapkannnya sejak
saat ini. Sehingga dalam 15-20 tahun kedepan, misalnya, KAMMI telah memiliki
stok kader yang memadai secara jumlah dan kapasitas untuk mengerjakan
pekerjaan-pekerjaan Peradaban saat itu.
Epilog
Kakuatan terbesar sebuah
bangsa terletak pada pundak Pemudanya. Bonus Demografi Indonesia pada
tahun-tahun mendatang mestinya dioptimalkan sebagai sarana membangun kekuatan
bangsa hingga mampu seutuhnya menjadi bangsa yang bedaulat dengan terwujudnya
kesejahteraan umum. Persiapan perlu dilakukan dengan menyiapkan generasi muda
dan belia saat ini agar benar-benar menjadi soko guru kemajuan bangsa. Semua
bermula dari niat dan dedikasi atas semua tindakan kita. Niat dan dedikasi
inilah yang akan menentukan cita rasa kerja dan karya setiap kita generasi
muda. Pembenahan kita lakukan dari membangun kesadaran niat dan dedikasi Untuk
Indonesia.
Dedikasi Untuk Indonesia
menjadi salah satu landasan pacu untuk KAMMI beranjak pada gerakan Kontribusi
massif KAMMI dalam bentuk Gerakan Semesta KAMMI Untuk Indonesia. Dengan panduan
Platform National Interest, Gerakan Semesta KAMMI ini sangat realistis
bila kita menghitung jumlah potensi, realitas masalah, dan banyak hal yang
belum dioptimalkan oleh KAMMI. Harapannya dengan format Gerakan Semesta KAMMI
Untuk Idonesia ini, kita bisa membangun kesadaran kolektif lebih banyak elemen
masyarakat untuk selanjutnya melahirkan gelombang besar energi anak bangsa
untuk secara tulus merawat dan memajukan Indonesia, sekaligus melawan dan
melibas siapapun yang mengeruk keuntungan pribadi di tanah Air yang kita cintai
ini. faiza azamta fatawakkal 'alallah. Wallahu’alam bishawab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar